Siap Hadapi Ini ketika Memilih Sekolah Pilot Luar Negeri

Meski sudah banyak sekolah pilot yang berdiri di tanah air, tak sedikit pelajar Indonesia yang memilih sekolah pilot luar negeri. Beragam alasan yang mencuat antara lain agar lebih fasih lagi dalam berbahasa Inggris mengingat, memperoleh relasi dari berbagai negara, mendapatkan pendidikan penerbangan dengan durasi yang lebih singkat, dan masih banyak lagi. Bagaimana dengan kamu? Setiap orang memiliki hak dalam menentukan pilihan. Jika kamu tertarik sekolah pilot di luar negeri karena alasan tertentu, mengapa tidak? Namun, kamu harus siap hadapi ini jikalau menjadi kadet di sekolah pilot luar negeri.

Perbedaan cuaca

Perbedaan cuaca bakal sangat dirasakan ketika sekolah di luar negeri. Kamu bakal merasakan cuaca dingin yang sampai menusuk tulang karena bisa sampai minus beberapa derajat celcius. Ketika cuaca panas, kamu akan terasa terbakar jika terlalu berlama-lama di bawah sinar matahari. Berbeda dengan di tanah air yang beriklim stabil, tidak terlalu dingin atau terlalu panas. Ketika kamu tidak sesegera beradaptasi dengan perbedaan cuaca yang mencolok ini, kamu akan mudah terserang penyakit mulai dari influenza, gangguan tiroid, hingga hipotermia. Maka dari itu, sebaiknya pelajari cuaca negara tujuan sebelum keberangkatan agar lebih siap menghadapinya.

Perbedaan cita rasa makanan

Selain perbedaan cuaca yang ekstrem, kamu juga harus siap menghadapi perbedaan cita rasa makanan. Makanan di luar negeri terkadang kurang pas di lidah kamu sebagai penduduk asli Indonesia yang biasa mengkonsumsi makanan kaya bumbu rempah. Terdengar sepele, tapi nyatanya makanan yang kurang nikmat di lidah bakal buat kamu merasa tidak betah. Sebisa mungkin menyesuaikan diri dengan kondisi ini agar bisa sampai tamat sekolah pilot. Kalau ada waktu luang, tidak ada salahnya memanjakan lidah dengan mencari restoran yang menawarkan menu makanan Indonesia.

Jauh dari keluarga

Kamu harus siap jauh ribuan km dari keluarga jika memilih sekolah di luar negeri. Kalau masih di dalam negeri, mungkin orang tua masih bisa berkunjung ke sekolah meski hanya sesekali waktu. Akan tetapi kalau di luar negeri, tentunya bakal sangat merepotkan sekaligus menyediakan banyak waktu & biaya. Salah satu solusinya ketika kamu homesick ketika sekolah pilot di luar negeri adalah dengan berkomunikasi. Sayangnya, komunikasi beda negara terbilang mahal. Jika ingin lebih hemat, kamu bisa komunikasi dengan memanfaatkan Wi-Fi gratis.

Selain ketiga hal tersebut, setelah menjadi lulusan sekolah pilot luar negeri tsb & kamu ingin kembali ke tanah air guna meniti karir, kamu wajib ikut endorsement di salah satu sekolah di tanah air. Apa itu endorsement? Endorsement bisa dibilang kursus yang dilakukan untuk menyetarakan lisensi luar negeri ke tanah air. Kursus ini juga dilakukan untuk memastikan bahwa kemampuan kamu sesuai dengan standar penerbangan yang berlaku di tanah air.

Untuk mengikuti kursus ini, kamu akan mengeluarkan biaya lagi. Besar biayanya mencapai 100 jutaan lebih, tergantung sekolah mana yang bakal kamu pilih. Tidak butuh waktu lama untuk penyetaraan lisensi ini, durasinya hanya sekitar 2 bulan tergantung dari cuaca sekaligus kesiapan daripada sekolah pilot yang dipilih.